Untuk Ko Hengky

#30HariMenulisSuratCinta, hari ketiga.
Untuk Hengky Koko.

Well hello there.

Udah lama ga liat lo. Bahkan pas ketemu pun kita ngga ngobrol apa-apa. Udah lama ngga ngobrol sama lo, ya. Lo gimana sih kabarnya? Lagi sibuk apa? Ada kejadian seru apa? Lagi seru main game apa? Ada film baru apa? Kapan mau ngusilin gue lagi?

Sebetulnya banyak hal yang pengen gue tanyain ke elo, terutama tentang keadaan lo sekarang. Sayangnya, sejak kejadian itu lo kayak menjaga jarak sama gue dan sama semua orang di keluarga kita. Sayang sekali. Gue jadi sungkan mau ngedeket, sungkan mau ngobrol atau sekedar bercandaan aja kayak dulu lagi.

Oke, mungkin agak muluk kalo gue bisa ngarepin keadaan bakal kayak dulu lagi. Semua hal udah berubah. Elo udah berubah, gue udah berubah, keluarga kita juga udah pada berubah semua, kan. Tapi sebetulnya gue pengen tetep ada buat lo. Maksud gue, meski semua hal di dunia ini berubah, gue tetep adek lo dan lo tetep (salah satu) koko gue yang gue paling banggain. Yes I’m proud to have you.

Sebetulnya rasa bangga gue ini berlakunya untuk elo “yang dulu”. Yang belum terkontaminasi apapun itu yang sedang terjadi di dunia lo sekarang. Tapi karna elo engko gue, jadi lo dapet privilege khusus. I always will be proud of you. So please hang in there and don’t give up.

Ga ada yang menyalahkan elo atas semua yang terjadi. Dan kalaupun ada, kalaupun seluruh dunia menyalahkan elo, you can count on me. Gue ngga menyalahkan elo. Gue percaya ngko gue bukan lelaki lemah yang bisa ditindas dunia. Makanya, stand strong ya. Semoga cinta segera memenuhi hidup lo kembali. In the mean time, please love yourself more.

 

Love you, bro.

Untuk Papa

#30HariMenulisSuratCinta, hari kedua.
Untuk William Koko.

Halo pa. Sehat-sehat saja kan? Semoga kalau ada suatu saat nanti kesempatan untuk papa baca tulisan ini, papa dalam keadaan sehat walafiat. Karna begitulah yang Henny mau dari papa. Sehat dan semangat dan bahagia, seakan kita yang empunya dunia. Seperti ketika Henny masih kecil. 🙂

Mungkin bisa dibilang papa ini cinta pertamanya Henny kali ya. Tapi entahlah, Henny tidak ingat apakah Henny lebih dulu jatuh cinta pada papa atau pada ko Hengky. :p Tapi papa termasuk dalam daftar lima besar orang yang paling pertama Henny cintai kok, jadi jangan cemburu ya.

Memang sih, ada saat-saatnya ketika Henny kesel banget sama papa. Mungkin bukan cuma sekali, mungkin lebih dari berkali-kali. Tapi Henny sudah lupakan semua sekarang, tinggal satu kejadian yang paling terakhir terjadi. Yaitu ketika papa masuk rumah sakit karna TBC parah. Lalu Henny dan mama juga divonis tertular TBC dari papa.

Waktu itu Henny marah banget. Bukan salah Henny, kenapa Henny jadi harus minum obat juga?

Tapi waktu itu sudah berlalu, dan Henny sekarang sudah sembuh. Papa juga. Mama juga. Dan dari semuanya, Henny sekarang jadi tambah bahagia karna papa berhasil berhenti ngerokok. Thank you pa. Jangan ngerokok lagi ya. Keep being the cool dad you always seem to be. 🙂

Love you, dad.