Pengalaman Beli Rumah di Jepang. Langkah-Langkahnya Gimana?

Semuanya berawal dari ketemuan sama seorang teman yang tinggal di dekat current apartement. Teman tersebut, sebut saja namanya Mawar, cerita kalo dia baru beli rumah di Jepang ini sekitar 10 tahun yang lalu. Dia bilang dia beli rumah agak terburu-buru, karena kalau usia sudah lebih dari 40 tahun maka akan susah dapat pinjaman dari bank. Cicilan beli rumah itu kan sekitar 30+ tahun, dan kalau ketika melakukan pinjaman sudah lebih dari 40 tahun, maka sudah terlalu dekat atau bahkan mungkin melebihi usia pensiun, jadi bank nggak segampang itu ngasihnya

Sepulang dari gw ketemuan sama Mawar, gw sebut ke suami tentang informasi itu. Kemudian suami bilang, “Ya udah yuk beli rumah.”

Gampang amat ngomongnya udah kek ngajakin makan mekdi. Padahal ya gimana caranya?? Mulai dari mana?? Kita clueless. Akhirnya ya udah, research dimulai. Nah berdasarkan hasil research dan hasil ketemuan dengan berbagai perusahaan properti, berikut ini informasi yang bisa gw bagikan ke you guys tentang beli rumah di Jepang.

Tipe-tipe “Beli Rumah” di Jepang

Jadi seperti Indonesia, kita bisa beli rumah second langsung dari pemilik, ataupun perusahaan properti. Salah satu pilihan kami adalah beli rumah second kemudian direnovasi. Perusahaan properti untuk renovasi rumah second yang kami temui namanya Lohas. Selain Lohas ada banyak perusahaan properti lain, ya, ini hanya salah satu aja. Mereka selain bisa renovasiin, juga bisa cariin rumah second nya. Kalo mau kita yang cari sendiri rumah second nya dan mereka tinggal renov bisa juga, nanti dapat potongan dari mereka.

Selain rumah second, pilihan kedua adalah “custom house”. Ini juga salah satu pilihan yang paling populer. Intinya kita bangun rumah dari 0, dicariin lokasinya, kemudian design sesuka hati pengen kayak gimana, kemudian dibangun deh rumahnya. Again kalau kita udah punya lahannya dan tinggal bangun ya bisa juga. Salah satu perusahaan properti yang gw temui untuk custom house adalah Hinokiya.

Pilihan ketiga, pilihan lain yang mulai populer akhir-akhir ini di generasi muda, adalah rumah jadi. Rumahnya sudah dibangun, kita tinggal pilih aja. Ya itu udah paling simpel lah ya gue ga usah jelasin. Salah satu perusahaan properti yang gw temuin untuk built house adalah Polus. Selain Polus, Hinokiya juga ada sedia built house. Banyak sih properti lain, gw juga ada ketemuan sama beberapa, tapi tiga properti yang gw sebutin di sini yang gw rekomen. Kalau mau cari sendiri bisa juga silahkaaaan.

Masing-masing pilihan ada plus minus sendiri-sendiri. Misalnya kalau beli second house dan renovasi, secara design bagus, harga mungkin lebih murah, tapi harus hati-hati karna rumah yang dibangun lebih dari 30 tahun yang lalu punya standard gempa yang beda sama yang sekarang.

Kalau custom house, bagus karna bisa sesuai keinginan banget. Misalnya nih salah satu dinding mau dipakein wallpaper chalk board buat anak-anak menggambar di dinding, bisa. Mau dindingnya dikasiin blok-blok buat wall climbing, bisa. Kalo u punya waktu untuk pelan-pelan pilih lokasi dan nungguin bangun rumahnya, then this one is a good choice. Down side nya, karna custom dibuat khusus untuk kebutuhan kita, kalau mau jual lagi mungkin sulit karna rumahnya nggak “umum”. Satu lagi adalah budgetnya nggak fixed di awal, jadi ada kemungkinan fluid melebihi budget kalau minta nya macem-macem 😁

Di pilihan terakhir, rumah jadi, enak karna gak pake lama nunggu bangun rumah. Abis beli bisa langsung pindah. Rumahnya baru dan layoutnya umum jadi kalau mau jual lagi gak akan banyak masalah. Tapi gak enaknya, pilihannya terbatas, lokasinya terbatas, gak selalu dekat dengan eki, dan karena udah jadi dibangun jadi kita gak bisa banyak babibu. Misalnya lokasinya bagus deket eki, eh ternyata jendelanya ketutupan dinding rumah sebelah….. Ya nasib. Jadi perlu kompromi mana point yang wajib dan mana yang bisa dikorbankan.

Oke. Terus Awalnya Musti Gimana?

Kalo gue pribadi, awalnya ke Suumo dulu. Bener-bener buta musti gimana kan, jadi ya udah ke Suumo. Kebetulan di Aeon deket rumah ada stand nya Suumo, jadi ke sana dulu buat konsultasi dan tanya pendapat. Awalnya sama mereka akan dibantuin semacam simulasi berdasarkan penghasilan tahunan dll, kira-kira berapa duit yang bisa dipinjam dari bank, dan untuk berapa tahun cicilan.

Dari sana, Suumo mengenalkan ke beberapa properti, salah duanya adalah Polus dan Hinokiya yang gue sebut di atas. Suumo tidak menyarankan beli rumah second untuk direnov karna itu bukan service mereka anyway. Jadi kalau mau pilih renov rumah second harus cari sendiri perusahaan propertinya.

Habis itu ketemuan sama kesemua properti yang dikenalin sama Suumo. Setiap ketemuan selalu lihat model house buat dapetin kira-kira feel nya atau design nya gimana. Most of the model houses we visited were unfurnished, tapi Tomo pernah baca di blog orang lain ada yang beli model house yang furnished, ternyata sama perusahaannya dikasih aja furniture nya sekalian meskipun harganya harga unfurnished. Itu gak tau perusahaan apa yang ngasih.

Lucky yah dapet furniture, kalo kebetulan emang ga punya furniture bawaan. Kalo yang dari sebelumnya udah punya sofa, meja, dsb ya kalo dikasih furniture bawaan malah repot 😄

Kemudian bisa minta masing-masing perusahaan untuk nyiapin pilihan yang kira-kira lokasinya kita mau, dan sesuai sama budget. Abis pilah pilih dan nentuin mau follow up sama properti yang mana, bisa hubungi Suumo lagi buat minta dicancelin properti lainnya. Konsultasi sama Suumo ini gratis, mungkin mereka dapat cuannya dari perusahaan properti yang akhirnya kita pake.

Kalo udah sampe nentuin properti mana yang kita pake, misalnya udah nentuin juga lokasinya di mana, design kayak apa, atau kalau pilih rumah jadi ya kalo udah pilih rumahnya mau yang mana, ya udah cus ke proses selanjutnya langsung sama perusahaan properti itu aja. Nggak ke Suumo lagi.

Jadi sebenernya kalo udah tau perusahaan propertinya sih bisa langsung aja ga usah pake ke Suumo dulu. Misalnya kayak perusahaan-perusahaan yang gw sebutin di atas itu, Lohas, Polus, Hinokiya, ya udin bisa langsung aja ke website mereka dan bikin janjian ketemuan.

Pinjaman Bank untuk Beli Rumah di Jepang

Proses selanjutnya setelah tau kira-kira budget yang kita butuh untuk rumah yang kita mau, adalah apply pinjaman ke bank. Tapi apply nya nggak langsung ke bank nya. Kalau sama perusahaan properti yang gue pake, mereka bantuin apply “pemeriksaan awal” ke tiga bank yang berbeda. Kita tinggal isi formulir aja (form nya banyak banget btw), terus tunggu sekitar satu minggu sampe tiga bank itu contact balik untuk ngabarin kalo loan nya diapprove atau nggak. Tapi itu baru pemeriksaan awal, bukan beneran pinjeman. Cuma kayak diperiksa bisa gak kalo mau minjem sekian.

Pada dasarnya nih kalo mau kira-kira sendiri, yang bisa dipinjam dari bank itu maksimal sampai 10x pendapatan tahunan. Tentu bank bisa punya pertimbangan lain yang gue gak tau detil ya, misalnya kredit lain yang sedang berjalan, lama bekerja di perusahaan currently, usia peminjam maybe, dsb. Tapi pada dasarnya yang sering gue denger dari perusahaan properti sih, 10x pendapatan tahunan itu umumnya that you can expect.

Untuk pembayaran DP, awalnya gue sama suami mikir DP itu lebih gede lebih bagus supaya cicilannya ringan. Tapi ternyata sama perusahaan properti yang gue pake, disaranin untuk DP nya 1juta aja. Kenapa? Karena toh bunga bank untuk cicilan rumah itu kecil banget anyway, di bawah 1%. Jadi nggak usah buru-buru gak apa-apa. Misalnya u punya duit pun, istilahnya bayar di awal sama bayar di akhir nggak ada bedanya kok, jadi bayar nyicil aja dibagi-bagi berapa tahun ke depan.

Buat gambaran, misalnya DP 1jt maka bunganya 0.8%, sementara kalau DP 2jt bunganya jadi 0.6%. Itu per bulan ga sampe 5000 bedanya, dan overall keseluruhan di akhirnya jumlah yang dibayar juga nggak signifikan bedanya. Jadi per saran dari properti, ya udah 1jt aja.

Oke, Pilih Rumahnya Udah, Pinjaman Udah, Terus Ngapain?

Setelah tanda tangan kontrak sama perusahaan properti, kalo rumahnya rumah jadi ya berarti tinggal tunggu pinjaman bank nya cair, done deal semua udah bisa langsung pindah rumah.

Kalau yang rumahnya bukan rumah jadi gimana? Ga tau 😄 Maap ya gak helpful di bagian ini, namanya juga gw cuma share pengalaman dan pengalaman gw baru sampe sini aja. Anyway kalo you guys mikir-mikir mau beli rumah, semoga sharing gw ini bisa berguna buat ngasih gambaran dikit kira-kira musti gimana. Abis itu udah serahkan saja pada 不動産屋さん nya. 😁

Best of luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s