LexdePraxis : Silent Treatment is Silent Killer

10 May 2017, from Lex dePraxis with love.

  • Kalau ada kekecewaan dan masalah dalam hubungan, ya dibicarakan.. Bukannya malah mendiamkan pasangan sampai dia nyadar.
  • Kalau tidak dibicarakan, ya bagaimana dia bisa nyadar?
    Kalau tidak dibicarakan, ya bagaimana kalian bisa ketemu solusi?
  • Menghilangkan komunikasi justru hal terburuk yang bisa dilakukan ketika hubungan didera masalah.. itu malah MENAMBAH masalah!
  • “Tapi dia nolak diskusi. Menurutnya aku lebay, drama, mengada-ada.” Ya kamu bubarin aja.. Untuk apa melanjutkan hubungan bila kamu tidak dihargai?
  • Selebay, sedrama, semengada-adanya kamu, pasangan tetap mesti beri kesempatan pada kamu untuk berdiskusi.. Karena itu adalah tanda bahwa dia masih menganggap kamu sebagai seorang PARTNER.
  • Bila dia menepis masalah, menutup diri, dan menolak diskusi, artinya dia sudah tidak lagi menghargai kehadiran kamu di sana.. pergi aja lah.
  • Hubungan cinta, baik pacaran maupun rumah tangga, adalah proyek kerja. Bagaimana bisa kerja jika kedua orangnya ga mau saling berkomunikasi?!
  • Yang membunuh hubungan itu bukannya deraan konflik dan masalah, melainkan ketidakmampuan MENJALIN KOMUNIKASI untuk mengatasinya bersama-sama.
  • Komunikasi itu sevital itu, makanya silent treatment layak disebut strategi terdungu untuk menghadapi masalah dan ketidakpuasan hubungan.
  • Komunikasi adalah JEMBATAN yang menghubungkan Komitmen-Kepercayaan dan Kompromi-Keintiman.. Tanpa komunikasi, hubungan jadi mandul & terputus.
  • Saat kamu berhenti diskusi dan komunikasi, entah untuk ngambek atau untuk ngehukum pasangan, KAMU sedang MERUSAK hubungan kalian berdua.
  • Kamu berhenti diskusi karena ngalah dan ngehindarin konflik? Itu juga sama merusaknya.
  • Silent treatment atau hukuman/menekan dengan cara mendiamkan pasangan dikenal sebagai salah satu KEBIASAAN YANG PALING MERUSAK HUBUNGAN.
  • Makanya tadi saya bilang, jika pacar terbiasa diam, menepis, atau pergi saat diajak diskusi, lebih baik kamu bubarkan saja.. percuma lanjut.
  • Bagaimana bila sudah bertunangan ataupun menikah? Tidak semudah itu untuk berpisah. SEGERA konsultasi dengan profesional.. Makin ditunda, makin masalahnya sulit diselesaikan!
  • Bagaimana bila pasangan nolak diskusi dan nolak konsultasi? Ya terima sajalah nasib kamu, gunakan doa-doa sebagai painkiller dan halusinogen.
  • Ga usah berharap dia berubah dan hubungan membaik jika kamu tidak mau bertindak tegas membahas ataupun berani memutuskan/menceraikan dia.
  • Saya sudah sering bahas tentang sikap ENABLER: Pasangan terus bersikap buruk karena KAMU BIARKAN / IJINKAN / PELIHARA atas nama kesabaran / cinta / dsb.
  • Karena kamu menjadi enabler, maka pola cuek / dingin / menepis / diem itu akan terus terjadi sampai tua. Selamat (terus) tersakiti.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s