Persiapan Dimulai

Udah bulan September. Sudah 2 bulan nggak ketemu Tomokun. Masih 3-4 bulan lagi sampai gue berangkat ke sana untuk ketemu orang tuanya. Good news: Kami kurang lebih sudah tau harus ngapain untuk proses pernikahan.

Jadi, beberapa bulan yang lalu gue sempet cari tau tentang cara ngurusin pernikahan. Tapi waktu itu masih buta banget dan banyak source yang ngomong hal yang beda-beda. Jadi gue sendiri juga masih nggak paham. Tapi sekarang at least sudah jelas langkah pertamanya seperti apa.

Ditambah lagi, gue sekarang gabung di group Facebook khusus untuk perempuan pasangan orang Jepang. Nama groupnya Okusan-tachi yang artinya para istri-istri. Hehehe. Nah kalau ada hal yang kurang jelas, gue tanya ke group itu. Banyak yang bantuin.


Gue bisa ke Jepang dulu pake visa kunjungan keluarga atau kunjungan teman, dia akan jadi penjamin gue. Visa kunjungan keluarga / teman ke Jepang berlaku untuk 90 hari.

Setelah gue di sana, kita akan daftarkan pernikahan dan convert visa kunjungan ini menjadi visa spouse (visa istri) dengan bantuan notaris. Kenapa dengan bantuan notaris? Karena Jepang hati-hati terhadap pernikahan palsu, terutama dengan orang South-East Asia. Jadi kalau tanpa bantuan notaris ada resiko untuk gagal. Kalau apply visa spouse ini gagal, gue harus pulang ke Indonesia dan selama 6 bulan sejak kepulangan tidak bisa apply visa spouse lagi.

Jadi Tomokun bilang dia akan bayar +-Rp.10.000.000,- untuk sewa notaris di sana nantinya untuk convert visa kunjungan ke visa spouse. Harga notaris di Jepang sekitar segituan katanya.

Nah sekarang gue tinggal mikirin dulu gimana ngurus visa kunjungan yang 90 hari itu. Gue akan pake bantuan travel agent. Kenapa pake travel agent? Karena gue semales itu. Sebenernya gue denger-denger sih ngurus sendiri juga nggak ribet asalkan dokumennya udah lengkap semua.

 

Dokumen-dokumen yang diperluin untuk bikin visa kunjungan keluarga atau kunjungan teman ke Jepang:

Sebenernya ada lengkap sih di link ini (klik di sini). Cuman ada beberapa hal yang gue nggak yakin, jadi gue tanyain ke group Facebook Okusan-tachi. Ini beberapa informasi tambahan yang gue dapet.

  1. Tiket PP (rentang 2 bulan lebih). Ada yang bilang, saat apply visa, tiket ini bisa tiket yang dibooking aja tapi belum dibeli. Tapi ada juga yang bilang dibeli dulu aja, ntar juga bisa refund setengah harga. Gue pilih dibeli dulu aja tiketnya, untuk meminimalisir risk. Toh kalau (amit-amit) proses convert visa nya ntar lambat, gue bisa pake tiketnya untuk pulang dulu.
  2. Kalau ditanya tujuan apply visa, jawabnya persiapan menikah. Itu gapapa. Gue kira kalau jawab mau nikah malah akan dipersulit, tapi katanya sih nggak. Ketika submit dokumen untuk apply visa, sertakan juga dokumen lainnya untuk jaga-jaga. Dokumen lainnya itu ada di : klik di sini.
  3. Dokumen tambahan yang di nomor 2 itu dibawa juga ke Jepang. Buat ntar daftarin pernikahan di Jepang. Kata Tomokun sih nggak perlu diterjemahin dulu nggak apa-apa, karena ntar bisa pake jasa terjemahan di sana, atau ke KBRI sana pasti ada yang bisa bantu.

 

Untuk sementara sih ini dulu. Gue mau konsen sama hal-hal yang immediately ada di depan mata aja dulu, ntar langkah-langkah selanjutnya abis itu satu persatu diselesaiinnya.

Yosh.

3 comments

  1. Vian · September 24, 2017

    Hi ci ak jg lgi in relationship sma Japanese, abis baca post cci yg lain jdi mikir klo our bf have many similarities, especially from the way he treat me.. something I want to ask you ci, ntr klo cci ktmu sma his parents, ada persiapan khusus tah? I will meet his parents in two months, and I got extremely nervous now, since I only understand a lil Japanese 🙈 Any advice for me ci? Oh yah, one more, your marriage will tbe held in Japan or Indo ci? Just ask.. thankyou 🙏🏻

  2. RedZzdeLady · September 26, 2017

    Hello Vian 🙂 menjawab pertanyaanmu, persiapan khusus saya sebelum bertemu sama ortu pasangan. saya belajar bahasa Jepang sopan untuk perkenalan diri. akhir-akhir ini saya belajar bahasa jepang sangat giat supaya bisa bicara sama camer. 🙂
    saran saya buat kamu, belajar dan kuasailah bahasa jepang. jangan jadi “cewek asia tenggara yang maunya seneng-seneng doang, sukanya morotin duit pasangan doang tapi nggak punya otak dan nggak bisa kerja”. secara orang jepang sudah menganggap cewek asia tenggara itu seperti itu, jadi sebaiknya buktikan mereka salah.
    and about marriage, nanti kamu hanya catatan sipil saja, nggak pake resepsi dan pesta.

  3. Vian · September 26, 2017

    Okay brarti ak hrs lebih banyak blajar lg nih, skrg cuma bisa denger sama balas sdikit doang, thankyou ya cii adviceny, smoga lancar ya persiapannya, trus longlast 🙏🏻😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s