Visa & Permanent Resident WNI Menikah dengan Orang Jepang

Kali ini tentang Spouse Visa dan Permanent Resident kalo kita menikah dengan orang Jepang lalu tinggal di Jepang. Untuk dapetin Spouse Visa nya, harus jadi Spouse dulu ye. Jadi kalo belom nikah, ya nikah dulu. Kalo mau nikah di Jepang berarti pake visa kunjungan dulu tuh. Ribet ya. Hahaha. Lagi-lagi, salah sendiri sih milih pasangan orang WNA. Ribet ya hadapin. Abis mo gimana lagi.


 

Kalau pernikahan dilakukan di Jepang,  perlu bawa dokumen dari negara sendiri bahwa kita tidak ada halangan untuk melangsungkan pernikahan. Setelah punya surat keterangan tersebut, kita harus isi Registration of Marriage Form (Konin Todoke) yang ntar harus dicap pake hanko oleh dua orang saksi.

Formulir ini bisa didapetin di City Office di Jepang, lalu diserahkan barengan dengan semua dokumen yang diperlukan: Surat Keterangan, Passport, Kartu Keluarga (Kokeshi Tohon) untuk warga negara Jepang, Residence Card, dan lainnya.

Setelah submit, nanti kita akan dapat sertifikat atau akta pernikahan (Konin Todoke Juri Shomei-sho), ini yang nanti harus kita bawa ke Kedutaan Besar Indonesia. Supaya pernikahan kita diakui di Indonesia juga. Setelah kita dapat pernyataan pengakuan Akta Pernikahan dari Indonesia juga, baru kita bisa apply kalo mau bikin Spouse Visa.

Dokumen yang dibutuhkan untuk mendapatkan Spouse Visa di Jepang:

  • Formulir Permohonan
  • Dokumen yang mendukung / membuktikan hubungan Anda dengan Warga Negara Jepang, seperti: Akta Pernikahan, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (Koseki), Resident certificate (Juminhyo), dsb
  • Surat Jaminan
  • Kuesioner (untuk pasangan suami/istri warga negara Jepang)
  • Dokumen yang menyatakan pendapatan (misalnya surat jaminan dari kantor, slip gaji, dan bukti pajak). Kalau Anda tidak bekerja, dokumen tersebut harus disubmit oleh orang yang menjamin Anda (pasangan Anda), serta juga copy buku tabungan yang menunjukkan memiliki cukup uang dalam tabungan.
  • Foto keluarga
  • Kalau ada dokumen lain yang sekiranya bisa mendukung / validasi kebutuhan Anda, bisa juga dilampirkan meski tidak diharuskan. Misalnya, Anda bisa menulis surat keterangan sendiri (dalam bahasa Jepang) tentang mengapa Anda membutuhkan visa tersebut.

Semua dokumen yang ditulis dalam bahasa bukan bahasa Jepang, harus ditranslate ke bahasa Jepang.

Nah setelah dapetin Spouse Visa, kita bisa lanjut ke Permanent Resident Visa. Karena semua jenis visa kecuali Permanent Resident Visa pasti punya batas waktu berlakunya. Jadi kalo bukan Permanent Resident, harus diperpanjang terus.

Yang dibutuhin untuk dapetin Permanent Resident Visa Jepang:

  • Prilaku baik, tidak ada catatan sejarah kriminal, pembayaran pajak, dsb.
  • Memiliki aset atau pendapatan cukup untuk bisa hidup mandiri (pekerjaan yang stabil, tabungan yang cukup)
  • Sepuluh tahun tinggal di Jepang, yang 5 tahun di antaranya harus menggunakan Visa bekerja atau Visa Keluarga (spouse visa, etc)
  • Visa yang dimiliki saat ini memiliki jangka waktu tinggal yang paling panjang (umumnya 3 tahun)
  • Menikah lebih dari 3 tahun dengan warga negara Jepang, termasuk satu tahun tinggal di Jepang.
  • Lebih dari satu tahun tinggal di Jepang untuk anak dari warga negara Jepang dan atau Permanent Residents.
  • Bisa juga: 5 tahun tinggal di Jepang sebagai Long Term Resident atau pengungsi, atau memberikan kontribusi bagi Jepang dalam segi diplomasi, sosial, ekonomi, dan budaya.

Perlu juga memberikan Bukti Pajak 3 tahun terakhir (nozei shomeisho) yang bisa diambil di local city hall / ward office. Artinya, kalau pendapatan rendah (karna tidak bekerja) dalam 3 tahun terakhir, ada kemungkinan permohonan Permanent Resident dapat ditolak.

Selain itu, yang bisa menjadi penyebab permohonan Permanent Resident Jepang ditolak, adalah bila tidak memiliki asuransi kesehatan.

Sebelum memohon Permanen Resident, dalam setahun terakhir harus tinggal di Jepang paling tidak selama 6 bulan, juga harus tetap berada di Jepang selama permohonan diproses. Pemrosesan bisa makan waktu lama, (biasanya bisa 4 – 8 bulan), jadi kalau visa yang dimiliki saat ini habis masa berlakunya sebelum pemrosesan selesai, tetap harus diperpanjang dulu visanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s