Jurnalis, Puitis, Blog-is(?)

Selama sebulan terakhir di kantor lagi sibuk-sibuknya ngurusin buat kompetisi The Best Contact Center Indonesia 2015. Kebetulan gue kebagian tugas mempercantik presentasi orang-orang dan sekaligus ikutan kompetisi di writing competition. Nah, dalem writing competition ini gue sekelompok sama dua orang lainnya. Ada mba Debby dari tim Markom, ada juga mas Cahyadi dari Call Center.

Intinya gini, kita musti bikin artikel mengenai kegiatan acara lomba The Best Contact Center Indonesia 2015 itu, minimal 1000 kata, lalu dipost di website mereka. Nanti dinilai berdasarkan reach dan engagement artikelnya di Facebook.

IYA, berdasarkan reach dan engagement Facebook, bukan berdasarkan isi tulisannya, bukan berdasarkan banyak klik di website nya… bukan. Jadi mau artikelnya sampah sekalipun, ngga masalah, yang penting banyak yang like, share, comment, dan klik di Facebook.

Meh.

Bukan writing competition ini jatohnya… ini sih adu kenceng-kencengan kekuatan di social media.

Anyway, karena gue kerjanya di ASTRA gitu loh, jadi tim gue orang-orangnya pun serius mau bikin tulisan yang bagus biar nggak malu maluin nama Astra. Apalagi nanti kalo dibaca sama atasan. Kalo bikin artikel asal banyak tulisan “ehhmm, yaaa, gitu deh” nya cuma demi sampe 1000 kata sih gampang. Tapi kita nggak (atau belum) se desperate itu sih.

Jadi gue bertiga bikinlah tuh artikel. Dan segera setelah kami mulai kerja bareng, gue langsung nyadar sesuatu yang lucu, yaituuuuu… Gaya tulisan kami bertiga berbeda total.

Mba Debby memang selalu yang didorong di kantor buat bikin press release, jadi tulisannya sifatnya formal dan jurnalis sekalih. Mas Cahyadi, tulisannya puitis! Bingits! Bahkan dia bikinin puisi singkat buat salah satu artikel kami. Dan sementara itu ada gue, yang gaya tulisannya…. Ya… Kayak gue. Blogger. Penulis lifestyle. Ya kebayang lah ya tulisan gue kayak gimana.

Dan ketiga gaya tulisan yang beda-beda ini, dicampur aduk jadi satu kayak gado-gado. Editingnya aja bolak balik tektok kanan kiri. Pertama mba Deb bikin 400 kata, terus gue lanjutin sampe 800 kata, terus dipercantik sama mas Cahyadi sampe 1000 kata, terus diedit sama mba Deb, terus gue edit lagi, terus diedit lagi sama mas Cahyadi. Muter-muter gitu terus karna gaya tulisan yang beda-beda bikin kita kadang kurang sreg sama beberapa hal hahahaha

Terus selain gue musti bikin artikel itu, gue juga bantu-bantu di foto-foto. Makanya hasil fotonya bagus sampe dipuji panitia lho. Ehe. #SOMBONG.

Anyway akhirnya setelah kita berlomba selama empat hari, muncullah 4 tulisan.

1. Selangkah, mengikur jejak jadi contact center terbaik Indonesia

2. Derap langkah, AstraWorld di panggung aksi contact center Indonesia

3. Hangat dan semarak, The Best Contact Center indonesia 2015

4. 10 Kostum Unik di Hari Ketiga TBCCI 2015

Iya, artikel nomer 4 beda sendiri temanya. TAU DONK ARTIKEL YANG MANA YANG LAHIR DARI IDE GUEH?! Untungnya sih temen satu tim gue ini pada unyu-unyu dan baik-baik, jadi mereka membiarkan ide gue dilahirkan ke tulisan.

Terus abis empat tulisan ini, gue dan tim masih musti bikin dua artikel lagi, nanti tanggal 16-17 di Cibubur. Mohon doa restu dan dukungannya selalu yaaaa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s