The Single Life

Gue punya seorang temen yang kadang suka ngewatsap cuma buat nanya kabar gue gimana, gimana kerjaan, dan dia selalu tanya “hows the single life?”

kalo ditanya am i enjoying this or not, jawabannya hell yes i am.

banyak hal yang gue lakukan sekarang yang ngga bisa gw lakukan dulu. sekarang gue punya lebih banyak temen, dan gue juga punya lebih banyak waktu untuk nikmatin waktu sendirian. be it ke salon atau cuma nyantai di rumah, atau pergi ke tempat-tempat baru.

i’m still growing and i’m not stopping. if anything, the single life gives me more space to grow.

however, seperti semua hal di dunia ini, single life juga punya highs dan lows nya. meski fun dan penuh opportunity dan bebas, kadang dreadful juga.

nggak sering. kadang aja.

sekarang, saat ini, detik ini banget ketika gue terbaring di ranjang, dengerin lagu, dan ngetik di HP, termasuk salah satu masa dreadful gw. gue mau nangis darah, gw mau protes, gw mau marah. berkali kali gw bilang sama diri sendiri kalo ini cuma bad phase, it’s not a bad life. i will live through this, i am strong enough. i will survive.

but i mean, of course i will be okay but it still hurts like hell now.

yang paling menyakitkan di antara semuanya adalah memori tentang masa depan. gw sempet yakin banget masa depan gue bakal kayak gimana, but now it’s all gone. sekarang semua harapan dan mimpi itu cuma teronggok dalam bentuk sebuah cincin berlian, tersembunyi rapat dalam kotak merah tua, tergeletak di sudut lemari yang berdebu.

i was almost there.

we almost made it.

but we didn’t.

yang bikin lebih sakit adalah, perpisahan gue sama dia bukan kesalahan kami. we were not at failt, we were just cowards. if only we had more guts, if only we were more stern, we might have made it. but no we didn’t. we chose the “easier” option.

anyway kalo orang ngeliat gue di kehidupan gw di siang hari mungkin orang bakal bilang gue kuat. mereka bakal bilang gue hebat, atau apalah. apalagi kalo mereka tau gue setiap hari duduk belakang-belakangan sama si mantan di kantor. gue cepet move on, katanya. gue tough, katanya.

mereka ga tau aja sebenernya gw membusuk di dalem.

ngga ada, ngga ada satupun cewek di dunia ini yang bisa segera baik baik aja setelah pernikahan yang gagal.

ngga ada satupun cewek yang akan baik baik aja ketika harus ngabarin ke bridal kalo pernikahannya batal dan minta refund.

ngga ada satupun cewek yang akan baik baik aja ketika harus nelpon tempat kue dan ngebatalin pesanan yang udah diDP.

ngga mungkin ada.

kalo boleh, gue pengen menghilang aja sekarang. hilang ditelan bumi, diculik gelap malam, disembunyikan oleh imaji, terserah. karna gue yang saat ini bukan cewek tough yg dipertontonkan ke orang lain. gue saat ini guenya gue, ngga ada urusan sama dunia.

bo.do.a.mat.

2 comments

  1. Kev d'Salvo · January 11, 2015

    Baru tau… ternyata udah nyiapin bridal segala ya. What happened?

  2. RedZz · January 11, 2015

    shit. shit happened, kev.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s