Yang Terlewatkan

I’ve been here before. And now I’m here again.

Gw dan si yayank udah berhubungan selama lima tahun. LIMA TAHUN. Bukan waktu yang singkat, dan kami punya jutaan kenangan manis bersama. Gw sayang dia, dan gw yakin dia juga sayang gw. Hubungan kami hampir mendekati perfection… Kalau gw cerita tentang kejadian kejadian magical kami bersama, pasti semua orang iri karna kami partner yg sangat kompak.

A match made in heaven.

Tapi sebagaimanapun jatuh cintanya gw sama dia, every relationship has a cycle. And it’s completely normal. Bagi semua orang yang udah punya hubungan lama yang nyaman, pasti akan sampai di tahap di mana gue berada sekarang.

 

Back song : Sheila On 7 – Yang Terlewatkan
“Kenapa baru sekarang kita dipertemukan?”

 

Seperti kata Lex, jodoh kita itu sebenernya bukan cuma satu. Sesungguhnya kita punya banyak jodoh. Kalau kita kelewat satu, akan ada lagi yang lain, dan seterusnya. Itulah kenapa ketika lo udah ada dalam hubungan, lo masih bisa aja kepincut sama orang lain. Ya karna mungkin aja orang lain itu sebenernya jodoh lo juga.

Terus elo jadi biasa aja kan sama pasangan. Gandengan udah hambar, ciuman udah sekedar formalitas, ketemuan juga cuman karna kebiasaan aja. Karna hubungan lo sama dia udah stabil. Udah aman dan nyaman dan tenang dan perfect. Lalu, secara (hopefully) nggak sengaja, lo nemu jodoh lain yang lebih baru. Terus elo jadi deg-degan kalo dia SMS. Terus elo jadi ketawa ketiwi centil ketika dia pasang profile picture baru. Mungkin elo jadi nyariin dia di social media. Mungkin elo jadi jauh lebih semangat ketemu dia daripada ketemu pasangan lo sendiri….

 

Stop right there for a minute.

 

Nggak, elo nggak sedang jatuh cinta. Bukan, elo bukannya nggak sayang lagi sama pasangan. Stop mengira elo udah ilang rasa dan stop mengira jodoh yang lebih baru ini adalah yang lebih baik.

Dia lebih baik hanya karna dia lebih baru. Bahkan kalaopun lo akhirnya dengan bodohnya meninggalkan pasangan yang sekarang demi dia, ntar 5-10 tahun dari sekarang, elo juga bakal ngerasain “bosan” yg sama dengan yang lo rasain sama pasangan lo yang sekarang. Itu siklus pasti dalam semua hubungan. Nggak ada yang namanya happily ever after, nggak ada yang namanya “find the right person“. No. Yang ada hanya, “Choose your partner and stick with him.

NAH, jadi apa yang harus lo lakukan ketika lo menemui jodoh lo yang lain? Kabur menjauh seakan dia kuman?

Kalo kata gue sih itu tergantung elo sendiri sih.. Lo liat sendiri keadaan lo gimana.. Tapi kalo misalnya gue, gue hadapi aja, biasa. Karna pasangan gue sangat valuable buat gue, and I will not let the things I want make me forget about the things I already have.

Dan gw punya keyakinan tentang alternate universe. You know, tempat yang tercipta karna keputusan-keputusan yang TIDAK kita buat. Misalnya di sini kita kerja jadi penulis, there is another universe in which kita kerja sebagai bos atau bahkan mafia. And it makes me feel a lot better. Di universe yang gw jalani, gw ngga berkesempatan sama jodoh yang baru. Gapapa. There is another universe in which I am happy with him. But not here. Not this universe.

Dan yang paling penting, gw selalu tekenin ke diri sendiri kalau this, too, will pass. I know cos I’ve passed this stage a few times now. Haha.


 

Bacaan tambahan : 
“Choose your partner and stick with him / her”
“Is he/she the right one?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s