Untuk Papa

#30HariMenulisSuratCinta, hari kedua.
Untuk William Koko.

Halo pa. Sehat-sehat saja kan? Semoga kalau ada suatu saat nanti kesempatan untuk papa baca tulisan ini, papa dalam keadaan sehat walafiat. Karna begitulah yang Henny mau dari papa. Sehat dan semangat dan bahagia, seakan kita yang empunya dunia. Seperti ketika Henny masih kecil. 🙂

Mungkin bisa dibilang papa ini cinta pertamanya Henny kali ya. Tapi entahlah, Henny tidak ingat apakah Henny lebih dulu jatuh cinta pada papa atau pada ko Hengky. :p Tapi papa termasuk dalam daftar lima besar orang yang paling pertama Henny cintai kok, jadi jangan cemburu ya.

Memang sih, ada saat-saatnya ketika Henny kesel banget sama papa. Mungkin bukan cuma sekali, mungkin lebih dari berkali-kali. Tapi Henny sudah lupakan semua sekarang, tinggal satu kejadian yang paling terakhir terjadi. Yaitu ketika papa masuk rumah sakit karna TBC parah. Lalu Henny dan mama juga divonis tertular TBC dari papa.

Waktu itu Henny marah banget. Bukan salah Henny, kenapa Henny jadi harus minum obat juga?

Tapi waktu itu sudah berlalu, dan Henny sekarang sudah sembuh. Papa juga. Mama juga. Dan dari semuanya, Henny sekarang jadi tambah bahagia karna papa berhasil berhenti ngerokok. Thank you pa. Jangan ngerokok lagi ya. Keep being the cool dad you always seem to be. 🙂

Love you, dad.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s