Untuk kamu. Iya, kamu.

#30HariMenulisSuratCinta, hari pertama.
Untuk Alvin Raditya.

 

Ada banyak cinta dalam hidupku. Termasuk semua cinta-cinta yang sudah berlalu, yang tidak pernah tersampaikan, yang tenggelam di lautan luka dalam, dan yang saat ini masih kujaga baik-baik. Yaitu kamu. Iya, kamu.

 

Kamu yang mungkin tidak akan pernah membaca tulisan ini karna kamu memang tidak biasanya membaca tulisanku. Kamu, yang setiap pagi teringat dan setiap malam terbayang. Kamu, yang masih hadir di mimpiku baik ketika aku tidur ataupun terjaga. Iya aku tau ini semua terdengar cheesy, tapi aku mengatakan yang sesungguhnya. Setelah bertahun-tahun kita bersama, kamu masih duduk di singgasana penuh bunga dalam hati dan pikiranku.

Aku tidak tau apakah perasaan berbunga-bunga ini pun terjadi pada dirimu. Dan aku sesungguhnya tidak peduli. Karna ketika aku memilih untuk mencintaimu, sesungguhnya aku berencana untuk mencintaimu terus apapun yang terjadi nantinya.

 

Selama ini hubungan kita pun penuh dengan kebahagiaan, dan aku bersyukur karenanya. Menurutku kita cocok, saling melengkapi dan saling mendukung. Kita bisa tertawa bersama dan bisa juga saling menertawakan. Aku sungguh-sungguh mencintai semua masa yang kita lewati bersama.

Namun, seperti halnya hujan tidak akan turun terus menerus, begitupun hubungan yang mulus. Harus kita akui, apa yang tadinya terlihat sempurna dan kokoh, kini mulai diterpa angin dan badai yang siap guncangkan kita kalau kita lengah. Tapi aku berjanji untuk selalu ada untuk mu. Bahkan ketika hubungan kita renta dan lelah, aku akan tetap tegar. Aku akan mencoba, dengan semua yang kumiliki, untuk menjadi orang yang tepat bagimu. Dan kuserahkan bagianmu padamu. Aku mau percaya bahwa kamu adalah orang yang tepat juga bagiku, dan kita berdua akan melewati ini semua.

 

…You said I care about you. You’re right.

Tapi perasaanku padamu lebih dari itu. Aku sudah memilihmu, aku memilih untuk memaafkan semua kesalahan yang sudah terjadi dan yang mungkin akan terjadi. Aku bersedia membantumu, mengingatkanmu, mendukungmu, membahagiakanmu, mendampingimu di setiap saat supaya kamu tidak akan pernah sendirian. Aku pun bersedia untuk semakin hari semakin bertumbuh menjadi perempuan yang lebih baik lagi. Untuk selalu belajar dari kesalahan dan kecerobohan, dari kekurangan dan kelemahanku. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi orang yang tepat bagimu.

 

Jadi, sayangku, tetaplah melangkah. Meski arahnya tidak tentu pun aku akan tetap berada di sampingmu. Aku percaya kita akan bisa melewati ini sambil bergandengan tangan. Dan di masa depan nanti, cerita kita akan jadi kenangan indah, sekaligus pelajaran bagi banyak pasangan lain di luar sana. Aku mau percaya itu. I’m in, Alvin. I love you.

One comment

  1. Kev d'Salvo · February 28, 2014

    Jadinya 3 hari menulis cinta.. 😉

    Pasti pas hari ke-4 surat cintanya buat Kev, makanya kehabisan kata2 😀

    So sweeeeet bgt yang buat Alvin ^_^ jd terharuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s